Tuesday, 15 September 2015

TEMAN KITA BUKAN MALAIKAT YANG TIDAK MEMPUNYAI KESALAHAN


Sudah menjadi sunatullah pada diri manusia tidak terkumpul semua kebaikan dan tidak pula terkumpul pada diri manusia semua kejelekan. Teman kita bukan malaikat yang tidak mempunyai kesalahan. Sebaiknya apapun teman kita pasti mempunyai kekurangan dan kesalahan. Demikian diri kita banyak kekurangan dan kesalahan.

Demikian Allah menjadikan sebagian kita menjadi ujian bagi sebagian yang lainnya.
"Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian lainnya. Maukah kamu bersabar ?" ( QS. Al Furqan : 20 )

Bila Ingin Bahagia Sadarilah Teman Kita Bukan Malaikat Yang Tanpa Cela

Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan teman dalam kehidupan Kedudukan teman atau sahabat tidak bisa digantikan oleh istri atau-pun anak. Mereka bagaikan cermin bagi diri kita, artinya kalau ingin melihat seperti apa diri kita lihat teman-teman kita. Bila teman sobat-sobat baik maka diri anda orang baik. Jika teman sobat-sobat jelek berarti anda seperti itu juga. Karena roh itu berkelompok-kelompok sesuai dengan kecocokan-nya.

Persahabatan yang sudah lama dibangun kadang-kadang bubar karena kesalahan yang dilakukan teman kita. Kesalahan bisa berupa ucapan atau mendholimi hak-hak kita seperti pinjam uang tidak bayar. 

"Apakah akan kita jauhi mereka ?" 

1. Untuk menyikapi persoalan tersebut diatas diperlukan kesabaran. Coba sobat-sobat renungkan hadits di bawah ini

" Mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka  lebih baik daripada mukmin yang tidak bergaul dengan manusia  dan tidak bersabar atas gangguan mereka " ( HR. Bukhari)

2. Menyadari tidak ada manusia yang sempurna

Hanya Nabi dan Rosul yang memiliki sifat ma'sum (terjaga dari kesalahan). Setinggi apapun kedudukan teman kita ia bukan Nabi dan Rosul.  Bahkan sudah menyandang status ustadz pasti mempunyai kesalahan. Memang manusia tempat salah dan lupa.

3. Memberi 70 alasan mengapa sahabatku melakukan hal seperti itu
.
Hamdun al-Qashshar berkata, "Apabila salah seorang saudaramu tergelintir dalam kesalahan maka carilah 70 alasan untuk memberi maaf. Dan jika hatimu berat untuk menerimanya, maka ketahuilah bahwa aib itu sebernarnya ada pada dirimu"

4. Memberi nasehat

" Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" (QS. Al Asr :3)

5. Berlapang dada dan memaafkan-nya

"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu ? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang " (QS. An-Nuur :22)
.
(Referensi  buku Meraih Kebahagiaan Tanpa Batas )




0 komentar:

luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com